. . . . . . .

Jumat, 10 Mei 2013

Speak up

aku hampir tak pernah lagi bercerita n berbicara apapun disini. tentang hidup, tentang kehidupan.
ataupun tentang cinta.

kemudian kenapa? aku bingung harus sejujur apa disini.
lama kupandangi layar leptop yang masih kosong tanpa satu katapun.
pernah aku begitu senang dunia maya ini.

sekarang untuk apa lagi? untuk diriku sendiri mungkin. berbicara pada kertas ini seperti hatiku.

masih bingung harus memulai seperti apa kutulis perasaanku sekarang.
jujur, ataukah tak jujur?

semua di kepalaku hanya akan penuh dengan tanda tanya. aku mencintaimu.
masih mencintaimu. meski harus berulang kali kita sedih, marah, bahagia, kemudian diam.


aku ingin diam sebanyak yang ku bisa, daripada berkata n memperburuk keadaan.
tapi hati ku masih kembali padamu.

aku menahannya berulang kali, tapi masih saja tak bisa tanpamu. tahukah kamu? aku tak bisa mengatakan seberapa besar cintaku? karena akupun tak menemukan jawabannya.

percaya, ataupun tak percaya, takkan mengubah perasaanku padamu.
ada, ataupun tak ada, masih bisa kulihat kamu saat kumenutup mataku.

Alloh SWT tahu, apa yang aku senandungkan dalam doaku.

isi dikepalaku hilang begitu saja saat aku bisa mendengarmu, melihatmu.
aku kekanak-kanakan.
mungkin.
aku bodoh.
mungkin saja.
tapi aku tahu, aku mencintaimu.

MENGAPA RIDHO SUAMI ITU SYURGA BAGI PARA ISTRI ??





1.) Suami dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidupmu, bahkan sering kala rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.

2.) Suami dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah ibunya hingga dia beranjak dewasa. Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menanggung nafkahmu, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.

3.) Suami ridha menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta dirimu. Padahal dia tahu, di sisi Allah, engkau lebih harus di hormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi Allah.

4.) Suami berusaha menutupi masalahnya dihadapanmu dan berusaha menyelesaikanny¬a sendiri. Sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi. padahal bisa saja disaat engkau mengadu itu, dia sedang memiliki masalah yang lebih besar. namun tetap saja masalahmu di utamakan dibandingkan masalah yang dihadapi sendiri.

5.) Suami berusaha memahami bahasa diammu, bahasa tangisanmu sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja. Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.

6.) Bila engkau melakukan maksiat, maka dia akan ikut terseret ke neraka karena dia ikut bertanggung jawab akan maksiatmu. Namun bila dia bermaksiat, kamu tidak akan pernah di tuntut ke neraka karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggung jawabkannya sendiri.

8 NASIHAT UNTUK PARA LELAKI


1. Kakek berkata, hargai isterimu sebagaimana engkau menghargai ibumu, sebab isterimu juga seorang ibu dari anak-anakmu.

2. Jika marah boleh tidak berbicara dengan isterimu, tapi jangan bertengkar dengannya (membentaknya, mengatainya, memukulnya).

3. Jantung rumah adalah seorang isteri. Jika hati isteri mu tidak bahagia, maka seisi rumah akan tampak seperti neraka (tidak ada canda tawa, manja, perhatian). Maka sayangi isterimu agar dia bahagia dan kau akan merasa seperti di surga.

4. Besar atau kecil gajimu, seorang isteri tetap ingin diperhatikan. Dengan begitu, maka isterimu akan selalu menyambutmu pulang dengan kasih sayang.

5. 2 orang yang tinggal 1 atap (menikah) tidak perlu gengsi, bertingkah, siapa menang siapa kalah. Karena keduanya bukan untuk bertanding melainkan teman hidup selamanya.

6. Di luar banyak wanita idaman melebihi isterimu. Namun mereka mencintaimu atas dasar apa yang kamu punya sekarang, bukan apa adanya dirimu. Saat kamu menemukan masa sulit, maka wanita tersebut akan meninggalkanmu dan punya pria idaman lain di belakangmu.

7. Banyak isteri yang baik. Tapi di luar sana banyak pria yang ingin mempunyai isteri yang baik dan mereka tidak mendapatkannya. Mereka akan menawarkan perlindungan terhadap isterimu. Maka jangan biarkan isterimu meninggalkan rumah karena kesedihan, sebab ia akan sulit sekali untuk kembali.

8. Ajarkan anak laki-lakimu bagaimana berlaku terhadap ibunya, sehingga kelak mereka tahu bagaimana memperlakukan isterinya.

AKU BELAJAR


Jangan Terlalu Berharap

Mencintai itu ibarat menggenggam sebuah pisau ditangan, ia akan membuat kita terluka ketika kita menggenggamnya terlalu erat.

Akan tiba saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang, bukan­ karena orang itu berhenti mencintai kita, atau karena ia tidak memperdulikan kita lagi,melainkan saat kita menyadari bahwa orang itu akan lebih bahagia apabila kita melepasnya.

Tetapi, apabila kita benar-benar tulus mencintai seseorang, janga­n dengan mudah kita melepaskannya.

Cintai seseorang tanpa melihat, tanpa mendengar dengan setulus hati dan seutuhnya rasa yang kita miliki

Sebab bila mencinta dengan pandangan disaa­t ia buyar bisa saja cinta itu pupus.

Bila mencintai dengan pendengaran, dis­aat tak terdengar lagi bisa saja cinta itu hilang.

Mencintai seseorang bukan apa-apa, jangan terlalu berharap akan balasannya.

Dicintai seseorang adalah sesuatu yang bisa menjadi berkah dan bisa juga menjadi fitnah.

Dicintai oleh orang yang kita cintai sangatlah berarti, maka syukuri dan nikmati.

Tetapi dicintai Sang Maha Pencipta adalah segala-galanya,­ karena segala macam cinta ada dalam genggaman-Nya.


Janganlah kita memandang tentang kekurangan pasangannya dan kemudian dijadikan suatu permasalahan didalam keseriusannya untuk membangun rumah tangga.

Bukankah cinta dan sayang itu harus menerima segala kekurangan dan kelebihan pasangan kita..

Dan mengapa pernikahan itu ada, karena untuk menyatukan 2 insan dengan segala perbedaan dan untuk melengkapi satu sama lainnya..


Mimpi kecil seorang wanita


Jika mencari kecocokan hati, mungkin rumah tangga tak akan pernah terbina hingga selamanya dan hanya perpisahan yang akan terjadi...

Memantabkan suatu hubungan ke pernikahan pun tak usah memandang masa lalu dari masing-masing pasangan..

Biarkan masa lalu itu untuk sebuah pembelajaran kedepan untuk membangun rumah tangga yang sakinah, mawadah, warahmah..

Tak pelu ungkit-ungkit masa lalu yang tak mengenakkan, karena akan membuat hati menjadi sakit..

Yang terpenting saling belajar dalam memaknai sebuah rumah tangga yang dibangun karena atas dasar ridho dari Allah SWT..

Jikalau banyak dosa di masa lalu, satu sama lain harus saling memaafkan dan belajar untuk menjadi yang lebih baik lagi




Jika engkau penyedih, pemarah, penggerutu, mudah tersinggung, tidak mau mendengarkan penjelasan orang lain, dan maunya hanya menang sendiri – tidak ada cinta yang cukup baik dan cukup kuat untukmu.

Jika engkau tak berubah, engkau akan tetap sendiri di dalam kemarahan yang melulu menyalahkan cinta.

Cinta itu umurnya panjang, dan ia akan tetap muda sepanjang masa.

Tapi engkau tidak.

Dan kau kira cinta akan peduli denganmu saat engkau menjadi renta dan membutuhkan cinta, setelah cinta kau hina dan kau buang-buang sepanjang masa mudamu yang congkak?

Sesungguhnya cinta tak pernah salah.

Yang salah adalah pilihan orang untuk kau cintai, atau caramu dalam mencintai.

Cinta itu sifat Tuhan, bagaimana mungkin engkau mampu membencinya?

Perbaikilah hatimu, agar Tuhan memudahkan perbaikan kehidupanmu.

Sesungguhnya, kualitas hatimu menentukan kualitas hidupmu.

RENUNGAN UNTUK PARA SUAMI

KUSERAHKAN PUTRIKU PADAMU (RENUNGAN UNTUK PARA SUAMI)

Saat pertama kali putri kecil kami terlahir di dunia, dia menjadi simbol kebahagiaan bagi kami, orang tuanya. Bahagia yang tiada tara kami rasakan karenanya. Kami menjaganya siang dan malam, sampai kami melupakan keadaan diri sendiri. Kami sadar, memang seharusnyalah seperti itu kewajiban orang tua.

Kami besarkan dia dengan segenap jiwa dan raga. Kami didik dengan semaksimal ilmu yang kami punya. Dan kami jaga dia dengan penuh kehati-hatian.

Dan waktupun berlalu...

Dia kini telah menjadi sesosok gadis yang cantik. Betapa bangga kami memilikinya. Kami berpikir, betapa cepat waktu berlalu, dan terbersit dalam hati kami untuk tetap menahannnya disini. Bukan bermaksud meletakkan ego kami atas hidupnya, Namun sebagai orang tua, siapa yang dapat berpisah dari anaknya. Putri kesayangannnya.

Tapi,...

Hari ini, akhirnya datang juga. Saat dimana kami harus melihatnya terbalut dalam pakaian cantik, yaitu gaun pengantinnya. Gadis kecil kami telah tumbuh dewasa. Dan sesudah ijab kabul ini, kau lah kini yang menjadi penjaganya. Menggantikan kami. Mari ikatkan tanganmu kepadanya.

Waktu akhirnya memaksa kami berpisah dengannya. Walaupun kau adalah orang yang asing dan baru sebentar dikenalnya, sedangkan kami adalah orang tuanya yang telah mengorbankan semua yang kami punya untuknya. Namun, tak ada sama sekali kemarahan kami atas dirimu, menantuku. Namun ijinkan kami sedikit meluapkan kesedihan atas seorang putri kami yang harus jauh meninggalkan kami, karena harus mengikutimu. Kamipun tak akan protes kepadamu, karena mulai hari ini, dia harus mengutamakan kau diatas kami.

Tolong, jangan beratkan hatinya, karena sebenarnya pun hatinya telah berat untuk meninggalkan kami dan hanya mengabdi kepadamu. Seperti hal nya anak yang ingin berbakti kepada orang tua, pun demikian dengannya. Kami tidak keberatan apabila harus sendiri, tanpa ada gadis kecil kami dulu yang selalu menemani dan menolong kami dimasa tua.

Kami menikahkanmu dengan anak gadis kami dan memberikan kepadamu dengan cuma- cuma, kami hanya memohon untuk dia selalu kau jaga dan kau bahagiakan.

Jangan sakiti hatinya, karena hal itu berarti pula akan menyakiti kami. Dia kami besarkan dengan segenap jiwa raga, untuk menjadi penopang harapan kami dimasa depan, untuk mengangkat kehormatan dan derajat kami. Namun kini kami harus menitipkannya kepadamu. Kami tidaklah keberatan, karena berarti terjagalah kehormatan putri kami.

Jika kau tak berkenan atas kekurangannya, ingatkanlah dia dengan cara yang baik, mohon jangan sakiti dia, sekali lagi, jangan sakiti dia.

Suatu saat dia menangis karena merasa kasihan dengan kami yang mulai menua, namun harus sendiri berdua disini, tanpa ada kehadirannya lagi. Tahukah engkau wahai menantuku, bahwa kau pun memiliki orang tua, pun dengan istrimu ini. Disaat kau perintahkan dia untuk menemani orang tuamu disana, pernahkah kau berpikir betapa luasnya hati istrimu? Dia mengorbankan egonya sendiri untuk tetap berada disamping orang tuamu, menjaga dan merawat mereka, sedang kami tahu betapa sedih dia karena dengan itu berarti orang tuanya sendiri, harus sendiri. Sama sekali tiada keluh kesah darinya tentang semua itu, karena semua adalah untuk menepati kewajibannya kepada Allah.

Dia mementingkan dirimu dan hanya bisa mengirim doa kepada kami dari jauh. Jujur, sedih hati kami saat jauh darinya. Namun apalah daya kami, memang sudah masa seharusnya seperti itu, kau lebih berhak atasnya dari pada kami, orang tuanya sendiri.

Maka hargailah dia yang telah dengan rela mengabdi kepadamu. Maka hiburlah dia yang telah membuat keputusan yang sedemikian sulit. Maka sayangilah dia atas semua pengorbanannya yang hanya demi dirimu. Begitulah cantiknya putri kami, Semoga kau mengetahui betapa berharganya istrimu itu, jika kau menyadari.